A TEXT POST

When you’re alone all by yourself, and you’re lying in your bed. Reflection stares right into you, are you happy with yourself? Are you happy with yourself?

A VIDEO
Reblogged from Padamu Negeri
A QUOTE

You can’t bring me down. My level is too high.

A QUOTE

People can’t see what I see. They’re just hopelessly gazing.

A TEXT POST

Mon, Mar 24, 2014 10.51 am

Hari ini lumayan produktif juga. Meskipun libur, tapi banyak ngerjain hal, pagi-pagi udah lari setelah nonton Barcelona vs. Real Madrid, udah mandi jauh lebih awal dari hari libur biasanya, dan udah ke sekolah ngurus buat SNMPTN,

Ngomong-ngomong tentang SNMPTN, hal yang bikin galau bangeudh anak kelas XII (mulai kambuh alaynya), pendaftarannya gak mudah kalo buat gue. Terutama masalah nama. Nama gue salah di SNMPTN. Beda sama yang nama UN dan ijazah. Dan gue baru nyadar itu jauh setelah batas verifikasi. Stupid me. -_- jadi akhirnya rungsing sendiri. Udah banyak ketakutan ini-itu, takut gak keseleksi lah, takut gak bisa finalisasi lah, takut nanti gak bisa nyambung buat ngirim hasil UN lah, ah pokoknya segala kepikiran. Apalagi gue orang super highly-anxious. Udah bawaan dari kecil emang kayak gitu. -oo- Kalo kata 9gag sih, “I always overthink the problem although it’s not even in the first place.” Sampe-sampe sering dibilang ‘si riweuh’ sama yang lain. Setelah konsul sama pusat SNPMTN dan BK, katanya gak apa-apa, Gak mempengaruhi seleksi penerimaan.  Nanti kalo lulus (aamiin), bawa akta dan ijazah aja. Ya udah lah lumayan tenang, dan akhirnya memang bisa finalisasi. Alhamdulillah. (baru gini aja udah seneng banget ya, padahal belum keterima.) Dan kalo tentang fakultas yang gue ambil buat SNMPTN, gue ngambil…………………………………………………………………………………………………………… FTI (Fakultas Teknologi Industri) dan FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) di ITB. It’s kinda crazy sih ngambil yang tinggi-tinggi gitu. Apalagi tahun kemarin gak ada yang masuk ke fakultas itu. Tapi dengan beberapa pertimbangan, akhirnya gue ambil itu fakultas. Semoga sih bisa masuk jurusan Teknik Kimia, kayak teteh gue yang pertama, tapi Teknik Fisika juga gak apa-apa lah. Soalnya pas ITB Day, gue nanya-nanya ke kakak tingkat Tekkim, Tekkim itu paling susah buat masuk. IP anak-anaknya sekitar 3,6. Holy crap! Tapi semoga gue bisa lah. Gak terlalu ngarep juga buat SNMPTN, takut sakit hati. Sesakit kaya ditolak cewek. (Fokus fokus!) Tapi kalo lewat SBMPTN, masih bingung nanti ngambil apa. Soalnya kalo FTI, takutnya gak kesampean. Karena setelah beberapa kali ikut TO SBMPTN, hasil gue cuma sekitar 30%-an terus. Sedangkan ngeliat passing grade 2013 sekitar 60%. Dream vs reality. Pffft. Bahas SBMPTN nanti lagi deh. Doain semoga gue diterima ya..

Lalu jauh dari situ, tanggal 14-15 Februari, gue ikutan entrance examination buat NTU gitu. (NTU: Nanyang Technological University) Tempatnya di Singapura. Gue coba-coba aja sih. Dan hikmah yang diambil dari ikutan tes itu adalah gue jadi lumayan bisa FIsika. Asalnya sama sekali gak bisa Fisika. Gak tau apa itu Fisika. Apakah itu nama makanan atau sejenis serangga pemakan kutu kerbau. (lebay) Tempat tesnya di Jubilee International School. Sekolah dengan fasilitas hotel bintang lima gitu, lumayan lah coba masuk di sekolah bagus. Gue di sana sendiri. Liat sana sini. Tapi akhirnya punya kenalan juga sih dari Surakarta, Surabaya, dan Bandung (SMAN 3). Dan akhirnya tibalah waktu mengerjakan soal. Gila, susahnya minta ampun. Apalagi Matematika. Dari 5 soal esai (dikit banget kan) gue cuma bisa ngerjain beberapa soal, dan itupun menurut logika gue sendiri, alias ngasal. Serius Matem gue gak kuat. Masih mending lah Kimia, B. Inggris, dan Fisika (dapet sihir apa gue bisa ngerjain Fisika). Soalnya ada pilihan gandanya, jadi lumayan bisa ngasal. Kan kalo esai dan gue ngasal, keliatan banget bodonya gue. Huhuhu. Tapi syukuri aja deh dapet pengalaman baru yang orang lain, mungkin, gak punya. Masalah diterima atau engga, gimana nanti. Sebenernya dari awal orang tua gue agak kurang setuju gue ikut seleksi itu. Karena kalo gue keterima, daftar per semesternya sekitar 26.000 S$. Udah ngeapply beberapa beasiswa sih, tapi belum tau akhirnya gimana. Orang tua gue pinginnya gue di Indonesia aja dulu buat S1, baru nanti S2 ke luar negeri. Soalnya mungkin orang tua gue ngira gue masih manja (gue juga sebenernya masih ngerasa), dan masih perlu dekapan orang tua. (gak gitu juga sih) udah gitu aja ceritanya..

3 minggu ke depan gue bakal menghadapi Ujian Nasional, wish me the best of luck ya. Semoga dapet nilai terbaik, dan untuk SNMPTN bisa masuk FTI, khususnya jurusan Teknik Kimia di Teknik Kimia Umum. Aamiin. Bye!!

A TEXT POST

Haaa. Long time no see you guys. (padahal gak ada yang baca)

Udah lumayan lama gak ngepost. Ya namanya juga kelas 12. Sibuk ini-itu. Dan sekarang lagi ujian praktek. Besok TIK, dan juga Jepang, karena gue belum dites. Latihan dulu ah. Watashi no namae wa Afrizal desu. Watashi no juu nana sai desu. (Wth am I writing?!) Minggu depan juga ada US (Ujian Santai). Sesuai nama, live it up aja. (padahal dalem hati cemas karena duduk paling depan. Nasib guee -_-) But I swear I’ma def miss the moments later on.

Well, at this very tight schedule, I will spend it a bit for this. I really wanna thank my Lord, Allah, for everything he’s given to me. No, not only for the good times, but also the bad ones. I’ve faced failures, I’ve been through the downs so many times. But it strengthens me somehow. I might feel disappointed but gravity can’t always pull me to the ground. I have a lot to learn through my not-so-good moments.

On the other side, I have so much good things to be grateful and thankful for. Even way more than the bad ones. I really do. Everywhere I am, everything I do, I’m always surrounded by His blessings. He serves the best through the way He wants that I, as human being, sometimes can’t guess. I have a family that supports me all the way no matter how rebellious I am. They do inspire me. Love ‘em to the moon and back.

Perhaps, that’s all. It’s 11.30 p.m. Believe me, that the gratitude on the writing above is only a little than I really wanna mean. See ya!

A TEXT POST

LS2AM

So much impression and excitement on the picture.

Seneng bisa ikutan lomba LS2AM (Lomba Simulasi Sidang ASEAN Model). Itu lomba tentang jadi utusan masing-masing negara ASEAN gitu. Lombanya beregu. Satu tim ada 10 orang yang punya tugasnya masing-masing. Pokoknya kita disuruh ngajuin pendapat negara yang kita pimpin untuk memajukan ASEAN. Itu lomba tingkat Jawa Barat. Kenalin dulu deh anggota-anggota tim

Barisan paling belakang: (dimulai dari kiri)

Ghea (lobbier)

Khojan (conceptor)

Meilani (lobbier)

Annisa (vice chief of delegation)

Gue, Afrizal (chief of delegation)

Dwika (secretary) (pas final)

Deby (conceptor)

Ayudia (lobbier)

Nabila (conceptor) (pas final)

Nadiah (lobbier)

Barisan kedua: (dimulai dari kiri)

Widya (cadangan)

Odette (make-up-in anak-anak)

Teh Geani (vice chief of delegation) (pas penyeleksian tingkat kabupaten)

Paling depan:

Ghiyas (conceptor) (pas penyeleksian tingkat kabupaten)

Sebelumnya ada seleksi dulu buat tiap-tiap kodya / kabupaten tanggal 20 Februari 2013. Kodya / kabupaten yang termasuk wilayah IV: Kota Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta, kebagian lomba di Karawang. Jadi pindah tempat gitu ceritanya. Waktu seleksi tingkat kabupaten, sidangnya ngabahas tentang ekonomi ASEAN. Tim gue kebagian jadi delegasi negara Malaysia yang ngedukung sektor tourism, e-ASEAN, dan healthcare. Dalam sidang itu ada 9 agenda items, yaitu:

Opening Remarks

Adoption of The Agenda

Business Arrangements

Overview Remarks from ASEAN Member States

General Debate

Other Matters

Date and Venue of The Next Meeting

Adoption of The Report

Closing Remarks

Tim gue kebagian sidang ke-2. Deg-degan banget pas mau lomba. Gue, sebagai ketua delegasi (hehehe), harus bisa ngomong pake B. Inggris, ngajuin pendapat, debat, minta kerjasama, dll. Pokoknya yang harus banyak ngomong. Agenda item 5, General Debate bagian 2, adalah agenda paling menyeramkan. Di situ bakal dikasih 1 hot issue di antara negara-negara ASEAN, dan itu dadakan. Jadi gak ada naskah yang bisa dibaca. Dan waktu itu sidangnya ngebahas tentang krisis energi. Mampus. Sama sekali gak tau kalo lagi ada krisis energi. Parahnya lagi, banyak sekolah-sekolah lain yang ngedebat argumen gue, tapi gue dengan sotoynya ngejawab aja dengan sesuka hati gue kalo sektor negara gue tuh bisa menyelesaikan masalah krisis energi. Prinsip gue sih pokoknya harus lancar, berwibawa, dan keliatan pinter. Masalah bener atau salah masalah nanti. Hehehe. Dan agenda terakhir, yaitu Closing Remarks, adalah saat-saat jantung gue mulai berdetak dengan wajar, sekitar 90 detak / menit gitu (sotoy), gak secepet waktu agenda sebelum-sebelumnya. Lega banget pas udah diketuk palu sama jurinya kalo sidang udah selesai. Semua penonton, termasuk yang sidangnya, pada tepuk tangan. Pokoknya lega. Selesainya sekitar jam 5-an gitu. Setelah itu, ada coffee break dan kita-kita ngebahas sidang yang barusan.

Sekitar Magrib, pengumuman pemenang. Detak jantung ningkat lagi sekitar 113 kali / menit (sotoy lagi). Diumumin pemenangnya ternyata disatuin skornya dalam satu wilayah. Dan ternyata………………… tim gue peringkat ke-1!!!!! Alhamdulillah banget bisa ke-1 tingkat wilayah IV, ngalahin kodya / kabupaten lain. :’D Yang masuk 3 besar, masuk final buat ikutan yang se-Jawa Barat di Bandung, Gedung Merdeka. Such an exciting and challenging experience I’ve ever had. Thank God for everything you’ve given to me. How can I not love you with all of your abundant blessing. :’)

Buat cerita final, gue lanjut nanti ya. See you guys real soon!

Dokumentasi:

A TEXT POST

It’s always been my weakness: hard to believe that everything won’t work well as I’d like. I’ve been feeling this way a couple of times, somehow that kind of moments will lastly haunt my uncontrolable mind. I already knew perfection is none. But perfectionists will always search for perfection on their own state of thoughts. Isn’t it good to seek the best of us? Some people might call it as idealism, but the rest calls it as yet-to-happen-reality.

A TEXT POST

Ketika orang-orang sibuk membahagiakan pasangannya masing-masing, kok saya masih betah sendiri ya. Membahagiakan orang tua aja masih susah. Mana mungkin saya harus memprioritaskan orang lain ketimbang orang yang udah ngebesarin saya, ngedidik, gantiin popok waktu bayi, sampe ngasih duit. Gak mungkin kan pacar ngasih uang buat sehari-hari. Dia juga masih minta ke orang tuanya. Saya masih sibuk memperbaiki diri saya sendiri. Masih mikir gimana saya kedepannya. Pokonya jadi pribadi yang baik. Soalnya sih yang saya pikir, juga kata agama, kalo diri kita sendiri baik, jodoh kita juga bakal baik. Dan jodoh gak bakal kemana. Jadi, buat yang ngerasa jomblo, atau kata orang-orang yang lebih sopannya adalah single, nyantai aja. Perbaiki dulu diri sendiri. Bahagiakan dulu orang tua. Malam ini jangan galau lagi ya, blo. :p